MAKALAH FARMASI
SOSIAL
TERAPI BERPIKIR
POSITIF
DI SUSUN OLEH :
NAMA : AZKIY SYIFA’ ISTIGHFARIN
NIM : 10118037
KELAS : FARMASI SOSIAL (A)
PROGRAM STUDI S1
FARMASI
FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU
KESEHATAN BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2020
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia yang di berikan sehingga saya dapat
mengerjakan makalah mata kuliah farmasi sosial dengan judul “Terapi berpikir
positif” tanpa ada suatu halangan apapun.
Makalah ini di susun untuk
memenuhi tugas mata kuliah farmasi sosial dengan judul “Terapi berpikir
positif”. Terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak yang sudah membantu dalam
pengerjaan makalah ini.
Terlepas dari itu, saya menyadari
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran dari para
pembaca sangat di perlukan untuk pengerjaan makalah kedepannya. Akhir kata
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Kediri,
25 Mei 2020
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ………………………………………………………………………….
DAFTAR
ISI ……………………………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN ………………………………………………………………………
A. Latar
Belakang ……………………………………………………………………….
B.
Rumusan Masalah ……………………………………………………………………
C. Tujuan
Penulisan ……………………………………………………………………..
BAB II
PEMBAHASAN ……………………………………………………………………….
A. 7 Sumber Kekuatan Berpikir Positif ………………………………………………...
B. Pikiran
Negatif ………………………………………………...……………………..
C. Faktor-faktor penyebab berpikir negatif ……………………………………………..
D. Dampak berpikir negatif ……………………………………………………………...
E. Candu berfikir negatif ………………………………………………………………..
BAB III PENUTUP
…………………………………………………………………………….
A. Kesimpulan
…………………………………………………………………………..
B. Saran …………………………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………………………..
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Apa yang anda alami hari ini adalah dampak dari
pikiran anda kemarin. Apa yang akan anda alami esok hari adalah dampak dari
pikiran anda hari ini. Pikiran yang sedang anda bayangkan saat ini sedang
menciptakan kehidupan masa depan anda. Berpikir
adalah bagian terpenting dari manusia yang membedakannya dari hewan maupun
tumbuhan. Setiap harinya manusia berpikir kurang lebih 60.000 kali. Penelitian
dari Fakultas Kedokteran di San Fransisco (1986), menemukan bahwa 80% dari
pikiran manusia cenderung menyuruh pada keburukan atau hal-hal negative. Dan
pikiran-pikiran itulah yang akan mengarahkan sikap dan perilaku kita. Jika kita
tidak mengarahkan dan pandai-pandai menyaring pikiran kita, maka akan timbul
perilaku yang negatif.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja
7 sumber kekuatan pikiran yang berpengaruh terhadap pola pikir ?
2. Apa itu
berpikir negatif ?
3.
Apa factor penyebab berpikir
negatif ?
4.
Bagiama dampak berpikir negatif ?
5.
Bagiamana berpikir negatif dapat
menjadi candu ?
C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui
7 sumber kekuatan pikiran yang berpengaruh terhadap pola pikir
2.
Mengetahui pengertian berpikir negatif
3. Mengetahui factor
penyebab berpikir negatif
4. Mengetahui dampak
berpikir negatif
5. Mengetahui berpikir negatif dapat
menjadi candu
BAB II
PEMBAHASAN
A. 7 Sumber Kekuatan Berpikir Positif
1. Orang Tua
Orangtua merupakan
lingkungan pertama setelah kita dilahirkan. Dari orangtua kita belajar banyak
hal seperti ucapan, perilaku, ekspresi wajah dan keyakinan. Jika orang tua
terbiasa berkata-kata dengan baik, maka kita akan menirukannya. Jika orang tua
memeluk keyakinan agama islam, maka kita juga akan memeluk keyakinan yang sama.
Begitu pula sebaliknya jika orang tua terbiasa berperilaku buruk atau
menggunakan bahasa yang kurang sopan, maka kita juga akan menirukannya.
2. Keluarga
Dari keluarga kita
menemukan dunia yang lebih luas. Kita bisa bertemu saudara laki-laki, kakek,
nenek, tante dan sepupu. Di keluarga kita cenderung membandingkan perilaku
kedua orang tua kepada kita terhadap saudara yang lain, bagaimana kakek dan
nenek memperlakukan kita terhadap
cucu-cucu yang lain. Akal mulai menangkap informasi baru lalu menggabungkannya
dengan informasi yang telah ada. Sehingga, pola piker kita berkembang lebih
luas.
3. Masyarakat
Masyarakat merupakan
semua orang yang berinteraksi dengan kita, tetangga, tukang sayur, tukang ojek
dan semua orang yang tinggal di dekat kita. Jika masyarakat di dekat kita
minum-minuman keras maka kita bisa terpengaruh, tetapi jika masyarakat di
sekitar kita berperilaku sopan dan taat ibadah, maka kita juga bisa ikut
terpengaruh berperilaku sopan dan taat ibadah. Hal-hal tersebut dapat
memperkaya pola piker kita, sehingga semakin kuat dan mengakar dalam diri kita.
4. Sekolah
Sekolah yang dimaksud
adalah ucapan, perilaku dan sikap para pengajar dan karyawan di sekolah.
Sekolah memiliki peranan yang sangat penting sehingga kita sangat mudah
terpengaruh pada hal-hal yang bersifat positif maupun negatif.
5. Teman
Teman merupakan orang
terpenting kedua setelah orang tua. Berteman merupaka bentuk aktorisasi pertama
kita di masyarakat. Karena kita dapat menentukan kita ingin berteman dengan
siapa tanpa ada campur tangan orang lain. Berteman juga merupakan salah satu
bentuk penerimaan masyarakat terhadap kita. Orang-orang akan cenderung menilai
kita mudah bergaul ketika kita mempunyai
banyak teman. Jika kita berteman dengan orang yang semangat, berfikir positif,
ambisius dan pemimpi. Maka kita juga akan termotivasi olehnya. Namun, ketika
kita berteman dengan orang-orang yang berperilaku buruk dan tidak baik, maka
kita akan terpengaruh hal-hal buruk juga.
6. Media massa
Di era digital ini
dengan mudah sekali kita mendapatkan informasi. Entah itu informasi yang
bermanfaat maupun membawa mudharat (kerugian) pada diri kita. Sebuah penelitian
fisiologi dan psikologi di New Zealand bahwa 60% kesedihan berasal dari media
massa yang menyebarkan konten negatif. Pengaruh tersebut mengambil peranan penting
pada diri kita, sehingga menjadi semakin kuat dan mendalam pada diri kita.
7. Diri sendiri
Dari ke enam sumber
tersebut berasal dari factor ekternal atau luar. Namun terdapat factor yang
sangat penting yaitu diri kita sendiri. Apa yang kita pikirkan akan menentukan
bagaimana diri kita. Sehingga kita harus berhat-hati dengan pikiran kita.
Meskipun tampak sederhana namun pikiran itu jauh lebih kuat dan mendalam dari
apa yang kita bayangkan. Pikiran melahirkan pengetahuan, pemahaman dan prinsip
hidup. Pikiran mempengaruhi perasaan, kondisi fisik, kondisi jiwa dan semua hal
yang kita usahakan di dunia ini.
B. Pikiran Negatif
Pikiran negatif seperti gigitan ular, ia menyakitkan tapi tidak
mematikan. Yang membunuh kita adalah racun yang mengalir pada peredaran darah
kita. Pikiran negatif adalah bisikan dari dalam diri kita. Yang menjadikan
berbahaya adalah penumpukan dan pengulangan yang terjadi terus menerus sehingga
menimbulkan kebiasaan dalam diri kita.
C. Faktor-faktor penyebab
berpikir negatif
Faktor Internal
Konsentrasi negatif
muncul ketika kita diperlakukan menyakitkan terhadap orang lain yang membuat
kita bersedih. Dalam kondisi seperti ini kita cenderung akan merasa terbuang,
merasa tidak ada lagi orang yang peduli. Padahal masih banyak saudara, keluarga
maupu teman teman yang peduli terhadap
kita. Kita harus membuang pikiran negatif dengan berhenti meratapi sesuatu yang
pergi dan fokuslah terhadap apa yang dimiliki.
Faktor Eksternal
Aktivitas berulang
merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan berulang dan menyebabkan
kejenuhan. Kejenuhan memberi peluang kepada pikiran negatif untuk bersarang di
dalam jiwa. Maka dari itu kita harus bisa memvariasikan kegiatan kita dengan
mengisi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
D. Dampak
berpikir negatif
1. Takut menghadapi kenyataan
Ketakutan hanya spekulasi pikiran yang belum tentu
terjadi.
2. Muncul 3 pembunuh dalam diri
a. Mencela
b. Mengkritik
c. Membandingkan
E. Candu berpikir negatif
Kecanduan adalah
dampak dari kepribadian yang labil
dan negatif. Hingga menyebabkan seseorang mencari sesuatu yang disenangi agar
terhindar dari suatu masalah. Awalnya
seseorang hanya melakukan sesuatu yang disenangi tersebut, namun dia merasa
jika ia melakukan itu, akan bisa menjadi sebuah solusi dari masalahnya.
Sehingga dia melakukannya secara terus
menerus dan menjadikannya kebiasaan.
Pikiran negatif tidak hanya menyebabkan kecanduan namun ia sendiri
adalah candu yang wajib diatasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sumber-sumber berfikir positif akan dapat membentuk pola pikir kita.
Banyak sekali factor-faktor yang mempengaruhinya, maka dari itu kita harus
lebih berhati-hati dan dapat memilih mana yang baik dan buruk terhadap diri
kita. Sehingga kita tidak terjerumus pada pikiran negatif yang banyak membawa
dampak buruk dan dapat menanamkan pola piker yang baik.
B. Saran
Pada pembuatan makalah
selanjutnya, di harapkan merujuk pada sumber-sumber yang akurat dan dapat
mendukung penuh adanya teori. Penulis tentunya masih menyadari jika makalah
diatas masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan
memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik
yang membangun dari para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Dr.Ibrahim Elfiky. 2009. Terapi Berpikir Positif.
Jakarta: Penerbit Zaman
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/alf_dc/terapi-berpikir-positif_551aeb9da33311e921b65a9f Di akses pada tanggal 27 Mei 2020 09:19
https://www.google.com/amp/s/aisaidluv.wordpress.com/2019/05/21/review-buku-terapi-berpikir-positif-karya-dr-ibrahim-elfiky/amp/ Diakses pada tanggal 27 Mei 2020 09:10
https://youtu.be/nQ5ETWVP9AY
Diakses pada tanggal 27 Mei 2020 11:20
