Minggu, 24 Mei 2020

TERAPI BERFIKIR POSITIF

MAKALAH FARMASI SOSIAL

TERAPI BERPIKIR POSITIF

 

 

 

 

 

                                                   

 

 

 

 

DI SUSUN OLEH :

NAMA           : AZKIY SYIFA’ ISTIGHFARIN

NIM                : 10118037

KELAS          : FARMASI SOSIAL (A)

 

 

 

 

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

FAKULTAS FARMASI

INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

KEDIRI

2020

 


 

KATA PENGANTAR

 

 

 

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia yang di berikan sehingga saya dapat mengerjakan makalah mata kuliah farmasi sosial dengan judul “Terapi berpikir positif” tanpa ada suatu halangan apapun.

 

Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah farmasi sosial dengan judul “Terapi berpikir positif”. Terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak yang sudah membantu dalam pengerjaan makalah ini.

 

Terlepas dari itu, saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran dari para pembaca sangat di perlukan untuk pengerjaan makalah kedepannya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

 

 

 

 

 

Kediri, 25 Mei 2020

 

 

 

 

Penyusun


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………….

 

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………

 

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………

 

A. Latar Belakang ……………………………………………………………………….

 

B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………

 

C. Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………..

 

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………….

 

A.  7  Sumber Kekuatan Berpikir Positif ………………………………………………...

 

B.  Pikiran Negatif ………………………………………………...……………………..

 

C.  Faktor-faktor penyebab berpikir negatif ……………………………………………..

D. Dampak berpikir negatif ……………………………………………………………...

E.  Candu berfikir negatif ………………………………………………………………..

BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………….

 

A.  Kesimpulan …………………………………………………………………………..

 

B.  Saran …………………………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………..


BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

A. Latar Belakang

 

Apa yang anda alami hari ini adalah dampak dari pikiran anda kemarin. Apa yang akan anda alami esok hari adalah dampak dari pikiran anda hari ini. Pikiran yang sedang anda bayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan anda.                                                                                          Berpikir adalah bagian terpenting dari manusia yang membedakannya dari hewan maupun tumbuhan. Setiap harinya manusia berpikir kurang lebih 60.000 kali. Penelitian dari Fakultas Kedokteran di San Fransisco (1986), menemukan bahwa 80% dari pikiran manusia cenderung menyuruh pada keburukan atau hal-hal negative. Dan pikiran-pikiran itulah yang akan mengarahkan sikap dan perilaku kita. Jika kita tidak mengarahkan dan pandai-pandai menyaring pikiran kita, maka akan timbul perilaku yang negatif.

 

 

B. Rumusan Masalah

 

1.    Apa saja 7 sumber kekuatan pikiran yang berpengaruh terhadap pola pikir ?

 

2.    Apa itu berpikir negatif ?

 

3.    Apa factor penyebab berpikir negatif ?

4.    Bagiama dampak berpikir negatif ?

5.    Bagiamana berpikir negatif dapat menjadi candu ?

 

C. Tujuan Pembahasan

 

1.    Mengetahui 7 sumber kekuatan pikiran yang berpengaruh terhadap pola pikir

 

         2. Mengetahui pengertian  berpikir negatif

 

         3. Mengetahui factor penyebab berpikir negatif

         4. Mengetahui dampak berpikir negatif

         5. Mengetahui berpikir negatif dapat menjadi candu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

PEMBAHASAN

 

A.  7  Sumber Kekuatan Berpikir Positif

 

            1. Orang Tua

            Orangtua merupakan lingkungan pertama setelah kita dilahirkan. Dari orangtua kita belajar banyak hal seperti ucapan, perilaku, ekspresi wajah dan keyakinan. Jika orang tua terbiasa berkata-kata dengan baik, maka kita akan menirukannya. Jika orang tua memeluk keyakinan agama islam, maka kita juga akan memeluk keyakinan yang sama. Begitu pula sebaliknya jika orang tua terbiasa berperilaku buruk atau menggunakan bahasa yang kurang sopan, maka kita juga akan menirukannya.

            2. Keluarga

            Dari keluarga kita menemukan dunia yang lebih luas. Kita bisa bertemu saudara laki-laki, kakek, nenek, tante dan sepupu. Di keluarga kita cenderung membandingkan perilaku kedua orang tua kepada kita terhadap saudara yang lain, bagaimana kakek dan nenek  memperlakukan kita terhadap cucu-cucu yang lain. Akal mulai menangkap informasi baru lalu menggabungkannya dengan informasi yang telah ada. Sehingga, pola piker kita berkembang lebih luas.

            3. Masyarakat

            Masyarakat merupakan semua orang yang berinteraksi dengan kita, tetangga, tukang sayur, tukang ojek dan semua orang yang tinggal di dekat kita. Jika masyarakat di dekat kita minum-minuman keras maka kita bisa terpengaruh, tetapi jika masyarakat di sekitar kita berperilaku sopan dan taat ibadah, maka kita juga bisa ikut terpengaruh berperilaku sopan dan taat ibadah. Hal-hal tersebut dapat memperkaya pola piker kita, sehingga semakin kuat dan mengakar dalam diri kita.

            4. Sekolah

            Sekolah yang dimaksud adalah ucapan, perilaku dan sikap para pengajar dan karyawan di sekolah. Sekolah memiliki peranan yang sangat penting sehingga kita sangat mudah terpengaruh pada hal-hal yang bersifat positif maupun negatif.

            5. Teman

            Teman merupakan orang terpenting kedua setelah orang tua. Berteman merupaka bentuk aktorisasi pertama kita di masyarakat. Karena kita dapat menentukan kita ingin berteman dengan siapa tanpa ada campur tangan orang lain. Berteman juga merupakan salah satu bentuk penerimaan masyarakat terhadap kita. Orang-orang akan cenderung menilai kita mudah bergaul  ketika kita mempunyai banyak teman. Jika kita berteman dengan orang yang semangat, berfikir positif, ambisius dan pemimpi. Maka kita juga akan termotivasi olehnya. Namun, ketika kita berteman dengan orang-orang yang berperilaku buruk dan tidak baik, maka kita akan terpengaruh hal-hal buruk juga.

            6. Media massa

            Di era digital ini dengan mudah sekali kita mendapatkan informasi. Entah itu informasi yang bermanfaat maupun membawa mudharat (kerugian) pada diri kita. Sebuah penelitian fisiologi dan psikologi di New Zealand bahwa 60% kesedihan berasal dari media massa yang menyebarkan konten negatif. Pengaruh tersebut mengambil peranan penting pada diri kita, sehingga menjadi semakin kuat dan mendalam pada diri kita.

            7. Diri sendiri

            Dari ke enam sumber tersebut berasal dari factor ekternal atau luar. Namun terdapat factor yang sangat penting yaitu diri kita sendiri. Apa yang kita pikirkan akan menentukan bagaimana diri kita. Sehingga kita harus berhat-hati dengan pikiran kita. Meskipun tampak sederhana namun pikiran itu jauh lebih kuat dan mendalam dari apa yang kita bayangkan. Pikiran melahirkan pengetahuan, pemahaman dan prinsip hidup. Pikiran mempengaruhi perasaan, kondisi fisik, kondisi jiwa dan semua hal yang kita usahakan di dunia ini.

 

B. Pikiran Negatif

            Pikiran negatif seperti gigitan ular, ia menyakitkan tapi tidak mematikan. Yang membunuh kita adalah racun yang mengalir pada peredaran darah kita. Pikiran negatif adalah bisikan dari dalam diri kita. Yang menjadikan berbahaya adalah penumpukan dan pengulangan yang terjadi terus menerus sehingga menimbulkan kebiasaan dalam diri kita.

 

C. Faktor-faktor penyebab berpikir negatif

            Faktor Internal

            Konsentrasi negatif muncul ketika kita diperlakukan menyakitkan terhadap orang lain yang membuat kita bersedih. Dalam kondisi seperti ini kita cenderung akan merasa terbuang, merasa tidak ada lagi orang yang peduli. Padahal masih banyak saudara, keluarga maupu  teman teman yang peduli terhadap kita. Kita harus membuang pikiran negatif dengan berhenti meratapi sesuatu yang pergi dan fokuslah terhadap apa yang dimiliki.

 

            Faktor Eksternal

            Aktivitas berulang merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan berulang dan menyebabkan kejenuhan. Kejenuhan memberi peluang kepada pikiran negatif untuk bersarang di dalam jiwa. Maka dari itu kita harus bisa memvariasikan kegiatan kita dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

 

D.  Dampak berpikir negatif

1. Takut menghadapi kenyataan

Ketakutan hanya spekulasi pikiran yang belum tentu terjadi.

2. Muncul 3 pembunuh dalam diri

a.  Mencela

b. Mengkritik

c. Membandingkan

 

E. Candu berpikir negatif

Kecanduan adalah  dampak dari kepribadian yang  labil dan negatif. Hingga menyebabkan seseorang mencari sesuatu yang disenangi agar terhindar dari suatu masalah.  Awalnya seseorang hanya melakukan sesuatu yang disenangi tersebut, namun dia merasa jika ia melakukan itu, akan bisa menjadi sebuah solusi dari masalahnya. Sehingga  dia melakukannya secara terus menerus dan menjadikannya kebiasaan.

Pikiran negatif tidak  hanya menyebabkan kecanduan namun ia sendiri adalah candu yang wajib diatasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

 

        Sumber-sumber berfikir positif akan dapat membentuk pola pikir kita. Banyak sekali factor-faktor yang mempengaruhinya, maka dari itu kita harus lebih berhati-hati dan dapat memilih mana yang baik dan buruk terhadap diri kita. Sehingga kita tidak terjerumus pada pikiran negatif yang banyak membawa dampak buruk dan dapat menanamkan pola piker yang baik.

 

B. Saran

 

Pada pembuatan makalah selanjutnya, di harapkan merujuk pada sumber-sumber yang akurat dan dapat mendukung penuh adanya teori. Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dr.Ibrahim Elfiky. 2009. Terapi Berpikir Positif. Jakarta: Penerbit Zaman

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/alf_dc/terapi-berpikir-positif_551aeb9da33311e921b65a9f  Di akses pada tanggal 27 Mei 2020 09:19

https://www.google.com/amp/s/aisaidluv.wordpress.com/2019/05/21/review-buku-terapi-berpikir-positif-karya-dr-ibrahim-elfiky/amp/   Diakses pada tanggal 27 Mei 2020 09:10

https://youtu.be/nQ5ETWVP9AY Diakses pada tanggal 27 Mei 2020 11:20   

     https://youtu.be/fAhz4gVy5MU  Diakses pada tanggal 27 Mei 2020 10:41  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar